Guru Sejati dan Guru Aspal
Hampir semua orang rasanya setuju apabila dikatakan seorang guru harus menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Namun terkadang jika direnungkan lagi menjadi teladan saja tidak cukup. Selain teladan guru juga harus sejati. Hal ini perlu karena guru merupakan sosok yang juga harus memiliki sikap semangat dalam mengemban tugas mulianya.
Secara implisit,guru bisa dikategorikan menjadi dua tipe yakni guru sejati dan guru aspal. Guru sejati adalah guru yang menjalankan tugasnya selalu dengan penuh semangat dan ikhlas dalam mendidik peserta didik. Sedangkan guru aspal adalah furu yang dalam menjalankan tugasnya berorientasi pada "rupiah". Mengajar tanpa mendidik dan tidak menjadi motivator baik / sejati di sekolah.
Lalu pertanyaanya adalah bagaimana caranya mencegah munculnya guru aspal. Hal pertama yang dapat dilakukan mungkin dengan memperketat penerimaan guru baik disekolah negeri maupun swasta. Kedua, mempertegas aturan dan syarat menjadi guru, sepertiyang kita ketahui setidaknya seorang guru harus memiliki empat kompetensi yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Dan yang ketiga, guru harus linear artinya sesuai dengan jurusanya.
Dengan memperhatikan hal tersebut, setidaknya dapat meminimalisir adanya guru aspal di sekolah.
- Susi Maryana, S.Pd -
0 komentar:
Posting Komentar